Butuh Ambulans, Warga Cikondang Pangandaran Membawa Pasien dengan Mobil Pick-up

oleh -
Tim Bharindo bersama Kang Diana berfoto bersama di dekat mobil pick-up yang sering digunakan untuk membawa pasien.

Wartawan Dudi Surahman

PANGANDARAN. Keinginan warga Kampung Cikondang RT 19 RW  07, Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran untuk memiliki mobil ambulans sudah lama terpendam. Selama ini, warga Cikondang mengandalkan mobil pick-up butut yang difungsikan sebagai mobil ambulans untuk membawa orang sakit atau ibu mau melahirkan. 

banner 720x90

Padahal jarak tempuh dari desa tersebut ke rumah sakit terdekat mencapai 70 kilometer. Sebuah jarak yang sangat jauh dan cukup berisiko jika membawa  pasien penyakit berat yang membutuhkan penanganan medis lebih cepat.

“Jika harus menyewa ambulans, warga harus mengeluarkan biaya Rp500 untuk sekali perjalanan. Belum lagi biaya-biaya lain yang tidak terduga. Untuk itu, warga Cikondang  mendesak kepada pemerintah untuk segeta memberikan bantuan ambulans desa,” kata Kang Diana, seseorang  yang dipercaya warga menjaga dan merawat mobil pick-up yang digunakan untuk mengantar pasien ke rumah sakit.

Kondisi tersebut terungkap saat Tim Bharindo Jawa Barat melakukan kunjungan ke Kampung Cikondang, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran dalam rangkaian acara  touring lahir dan batin ke Wilayah Pantai Selatan, Kamis (26/8/2021).

Kehadiran Tim Bharindo yang dipimpin langsung oleh Kaperwil Jawa Barat, Dudi Surahman ke kampung tersebut menghidupkan kembali harapan warga yang sempat mati. Maklum saja, selama ini, tak ada satu pun lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah yang mendengar  untuk mewujudkan aspirasi mereka.

Setali tiga uang dengan keinginan warga, Kepala Desa Kertaharja, Maslu mengharapkan, bantuan ambulans desa segera diturunkan Pemkab Pangandaran. Menurutnya, mengevakuasi pasien lewat jalur darat menggunakan mobil pick -up terlalu berisiko.

banner 720x90

“Perjalanan jarak jauh dengan mobil pick-up cukup berisiko, terutama jika cuaca hujan deras. Nantinya bukannya membaik, yang ada pasien dan keluarganya mengalami situasi yang lebih sulit. Lebih parah lagi, dengan situasi itu, nyawa pasien bisa terancam,” kata Maslu. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.