Wartawan Bharindo Diancam Mati oleh Pengusaha WNA

oleh -
Identitas diri resmi LM pada SIM A miliknya.

Wartawan Tim Bharindo

SUKABUMI. Wartawan Bharindo, Si dalam satu hari ini dilanda keresahan dan gelisah. Pasalnya dia menerima ancaman akan dibikin mati oleh salah seorang oknum pengusaha pinir atau batu kapur dari kalangan WNA asal Fujian China. Atas ancaman yang diterimanya, Si membuat laporan kepada Polsek Cikembar, Polres Sukabumi sesuai domisilinya.

banner 720x90

“Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tiba-tiba saja pengusaha tersebut melontarkan ancaman kepada saya. Katanya kalau bertemu, saya akan dibikin mati,” kata Si, Sabtu (6/2/2021).

Oknum pengusaha yang mengancam itu berinsial LM. Si sudah mengenal LM, tapi tidak telalu dekat. LM memanggil Si dengan sebutan Pak Alip dari kata Arip.

Ancaman dari LM masuk ke HP milik Si pada tanggal 15 November 2020 sekira pukul 23.00 WIB. Dia tidak menyangka akan mendapat ancaman dari LM sekeras itu. Padahal Si merasa tidak mempunyai persoalan dengan LM. Selama ini hubungan mereka biasa-biasa saja, tanpa ketegangan atau percekcokan.

“Dengan tidak ada dasar yang jelas, dia melontarkan ancaman akan membuat saya mati. Apa hak dia mengancam akan membunuh saya? Kan saya tidak mempunyai  persoalan. Saya ini orangnya tidak mau cari perkara. Saya suka damai dan ketenangan,” ujar Si.

Bentuk ancamannya secara verbal berupa rekaman suara yang dikirimkan lewat WA. Karena tidak menguasai bahasa Indonesia, LM menyampaikan ancamannya dalam kalimat yang tidak jelas pengucapannya.

banner 720x90

“Pak Alif  ketemu saya matiin,” begitu kata LM dalam rekaman suara yang diterima Si.

Setidaknya Si menerima dua rekaman dari LM yang isinya ancaman akan membunuh. Sampai sekarang, dia tidak paham bagaimana awalnya LM bisa membuat ancaman seperti itu.   

“Kita tinggal di negara hukum, makanya saya melaporkan ancaman ini kepada polisi. Biarlah hukum yang menyelesaikan. Kami mohon jajaran kepolisian segera menindaklanjuti laporan dari kami,” tutur Si. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.