Garis Kota Bogor Salurkan Bansos untuk Warga Terkena Dampak Covid-19 dan Anak Yatim

oleh -
Penyaluran bantuan sembako dan alat pelajaran dari Garis Kota Bogor kepada anak yatim oleh Ketua DPD Garis Kota Bogor, Haji Hasan.
Jajaran pengurus DPD Kota Bogor bersama Kapolresta Bogor Kombes Sustayo Purnomo Condro dan Panglima DPD Garis Kabupten Sukabumi, Mang Uyok (tengah).

Wartawan Dudi Surahman

BOGOR. Organisasi Gerakan Reformis Islam (Garis) menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras dan sembako dari pemerintah melalui institusi TNI dan Polri. Penyaluran bansos bagi fakir miskin, kaum dhuafa, orang jompo, dan anak yatim digelar pada Selasa (14/9/2021). Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 10 ton.

banner 720x90

Selain itu Garis Kota Bogor memberikan alat tulis untuk anak-anak kurang mampu. Keterlibatan Garis dalam kegiatan penyaluran bansos tersebut, sebagai bentuk sinergitas antara ormas Islam dan pemerintah dalam membantu warga tidak mampu. Komitmen ini menjadi sebuah kewajiban yang termaktub dalam AD/ART organisasi. Paket yang dibagikan mencapai 200 paket.

“Amar Ma’ruf dan Nahyi Munkar menjadi landasan dan pijakan kami dalam menjalankan perjuangan. Kami bangga telah dilibatkan dalam kegiatan ini. Untuk itu, jika diminta kami siap membantu pemerintah untuk kegiatan sosial,” kata Ketua DPD Garis Kota Bogor Haji Hasan di tempat penyaluran bansos.

Secara khusus, atas nama warga dia menyampaikan ungkapan terima kasih kepada pihak donatur  yang telah memberikan bantuan sosial untuk warga di beberapa wilayah yang terdampak pandemi. Turut menghadiri acara itu Panglima Garis DPD Kabupaten Sukabumi, Mang Uyok.

“Kami menghaturkan banyak terimakasih kepada Bapak Dandim 0606 Kota Bogor Kolonel Infanteri Robin Pulan, Danramil Bogor Barat Kapten Dasuki dan Babinsa Sindangbarang H. Engkos. Dandim menyalurkan beras dan Kaplotesta Bogor menyalurkan bantuan sembako,” jelasnya. 

Dalam proses distribusi bantuan, dia mengerahkan sebanyak 3 DPC  yang terdiri dari Bogor Selatan, Bogor Utara dan Bogor Barat. Bogor Timut juga hadir. Semua bekerja dalam satu komando dan tidak bergerak sendiri-sendiri. Dikhawatirkan jika terjadi miskoordinasi di lapangan, hal itu bisa menimbulkan kegaduhan dalam proses penyalurannya. (*)

banner 720x90

No More Posts Available.

No more pages to load.