Masa PPKM, Pedagang Pisang di Jalan Baldes Nyaris Bangkrut

oleh -
oleh
Kang Engkus yang sehari-hari berjualan pisang dan buah-buahan di Jalan Baldes Kota Sukabumi harus menanggung beban berat dari penerapan PPKM.
banner 720x90

Wartawan Dudi Surahman

SUKABUMI. Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang oleh pemerintah pusat, seorang pedagang pisang dan buah-buahan di Jalan Balai Desa (Baldes) Kota Sukabumi mengalami kenestapaan yang berat. Dia nyaris bangkrut.

banner 720x90

Selama penerapan PPKM, pedagang yang diketahui bernama Engkus  asal Kampung Limbangan, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi itu mengaku sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan baik dari pihak desa, kabupaten, provinsi maupun pusat.

Sehari-hari berjualan pisang di Jalan Baldes Kota Sukabumi pada masa PPKM terasa sangat berat. Dulu, kata dia, sebelum ada penerapan PPKM, jualannya lumayan laku dan rata-rata bisa menerima untung bersih Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Saat ini, terang dia, setelah PPKM paling hanya bisa mendapatkan untung bersih Rp30 ribu sampai Rp50 ribu, itu pun jika petugas tidak begitu ketat. 

“Dulu sebelum PPKM saya masih dapat untung Rp100 ribuan. Sekarang paling Rp30 ribu, gak cukup buat menutupi kebutuhan hidup,” terang Engkus kepada wartawan, Minggu (8/8/2021).

Dengan pendapatan yang terus menurun, lanjut Engkus, dia hanya bisa pasrah dan terus berjualan sebagai ikhtiar untuk bisa menghidupi kebutuhan istri dan kedua anaknya.

“Ya mau gimana lagi, Kang. Kalau saya tidak jualan malah tambah susah nantinya. Kalau tidak usaha mau ngasih makan apa anak istri di rmh. Kalau ada bantuan ya alhamdulillah untuk mengurangi beban hidup keluarga di rumah,” ungkapnya. (*)

banner 720x90

No More Posts Available.

No more pages to load.