Sambut Indonesia Emas 2045, Kecamatan Sukabumi Gelar Pelatihan Konvergensi Pencegahan Stunting

oleh -
Para peserta Pelatihan Konvergensi Pencegahan Stunting dan Revitalisasi Posyandu tingkat Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Dudi Surahman

Untuk menyongsong era Indonesia Emas 2045, Kecamatan  Sukabumi, Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Pelatihan Konvergensi Pencegahan Stunting dan Revitalisasi Posyandu di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Parungseah, Kamis (7/1/2021). 

banner 720x90

Kegiatan yang mengusung tema ‘Dengan Perbaikan Gizi Mencegah dan Memutus Mata Rantai Stunting di Masa Covid-19’ itu dibuka secara resmi oleh Camat Sukabumi, Endang Suherman.

Dalam pengarahannya, Camat Endang mengatakan, menuju Indonesia Emas 2045 tidaklah mudah. Untuk menempuh perjalanan ke sana, pemerintah dan masyarakat harus melakukan persiapan yang matang dan kerja keras. Ujung tombaknya adalah para kader posyandu di tingkat desa.

“Kader desa harus terus-menerus mengkampanyekan pencegahan stunting, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, dan menggalakkan penanaman sayur-mayur dan buah-buahan di halaman rumah,” kata camat.

Dikatana Endang, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Program Indonesia Sehat yang dicanangkan pemerintah pusat.

Sementara itu Ketua Pokjanal Posyandu Kecamatan Sukabumi, Neni Ulfah menjelaskan, kegiaatan pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pokja yang dipimpinnya dengan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD).

banner 720x90

Narasumber pelatihan yang juga Koordinator Posyandu Kabupaten Sukabumi, Deden Rustandi menjelaskan, stunting merupakan kondisi yang ditandai tinggi badan tidak normal atau lebih pendek dibandingkan rata-rata tinggi badan orang seusaianya.

Faktor-faktor yang dapat memicu stunting, ujar Deden dalam ceramahnya antara lain kehamil KEK (kekurangan energi kronik) dan anemia, bayi tidak mendapat ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat, pertumbuhan yang tidak dipantau, serta air bersih dan sanitasi yang tidak layak.

“Pelatihan ini mendorong pemahaman dan pengetahuan untuk meminimalisir kasus stunting serta demi terpenuhinya kebutuhan dasar masyrakat di bidang kesehatan dalam ikhtiar meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi tingginya,” jelasnya.

Dalam acara itu diadakan pembagian door prize bagi peserta yang mampu menjawab pertanyaan seputar stunting. Kegiatan dilaksanakan di bawah aturan protokol kesehatan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.