Disdik Jabar Minta Kemenkominfo Memblokir Situs Porno pada Buku Pelajaran

oleh -
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengajukan permintaan kepada Kemen Kominfo untuk menghapus situs yang tautannya dibajak menjadi situs porno.

Wartawan Dudi Surahman

BANDUNG. Heboh sebuah tautan situs porno yang terdapat dalam buku pelajaran Sosiologi kelas XII SMA/MA mendapat tanggapan banyak pihak. Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat melayangkan surat resmi ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) untuk segera memblokir situs tersebut.

banner 720x90

Selain mengirim surat ke Kemenkominfo, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi, mengaku telah melayangkan surat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Intinya kami meminta Kemendikbud lebih selektif lagi dalam memeriksa buku pelajaran yang akan diterbitkan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Dedi beberapa waktu lalu kepada wartawan.

Sementara ini, lanjut Dedi, buku pelajaran sosiologi itu tidak ditarik tetapi diamankan dulu oleh sekolah dan tidak digunakan sampai menunggu kebijakan selanjutnya.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan Hermawan mengimbau para penulis buku pelajaran sekolah agar mengutip atau memberi tautan pada situs resmi pemerintah sehingga terjamin keamanannya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah tautan buku ajar Sosiolgi untuk siswa kelas XII SMA/MA yang dikeluarkan oleh Kemendikbud dan diterbitkan oleh CPK memuat sebuah tautan yang menghubungkan pada sebuah situs porno.

banner 720x90

Dalam buku itu, terdapat bahasan tentang masyarakat adat Kampung Naga Tasikmalaya. Penulisnya mencantumkan sebuah website yang memuat konten tentang adat dan budaya Sunda. Namun ketika ditelusuri, website itu diduga dibajak menjadi situs porno kartun Hentai Jepang. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.