SUKABUMI, Bharindojabar.com – Diduga seorang ayah tega lakukan perbuatan bejat berupa pelecehan seksual pada anak tirinya selama 4 tahun. Perbuatan yang dilakukan berulang kali itu terjadi di wilayah Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi.
Anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan dibawah umur, sebut saja berinisial (B) seharusnya mendapatkan perhatian, perlindungan dan keselamatan, bukan malah menjadi sasaran perbuatan bejat ayah tirinya sendiri yang berinisial EG selama 3 tahun lamanya.
Kejadian ini baru terungkap dan diketahui pihak keluarganya sendiri yakni ibu (R) dan Bapak (E) setelah melihat kondisi psikis (B) yang selalu murung dan berdiam diri.
Dari situ pihak keluarga mulai timbul kecurigaan terhadap perilaku (B) yang tidak seperti anak-anak lainnya, tidak ceria dan cenderung mengurung diri dirumah.
R dan E berinisiatif menanyakan kepada (B) apa yang terjadi? sebenarnya kenapa selalu berdiam diri?.
Kemudian B memberikan penjelasan dan menceritakan perbuatan bejat ayah tirinya sendiri selama masih duduk dikelas 6 SD sampai dengan sekarang kelas 2 SMP.
Menurut pengakuan (B), ayah tirinya telah melakukan perbuatan tidak senonoh dan menyimpang kepadanya sebanyak 13 kali dari usia 12 tahun s/d usia 15 tahun.
Dari 13 kali perbuatannya ini oknum ayah tiri melakukan aksinya di Cikembar sebanyak 11 kali dan di Kecamatan Baros 2 kali.
Dalam setiap aksinya ayah tirinya sering meraba dan mencium bagian intim (B) anak tiri nya sendiri sambil mengatakan ” ayo kita bikin enak”.
Ketika mendengarkan cerita (B) Sontak pihak keluarga geram dan marah kepada ayah tirinya tersebut.
Usai mendapatkan keterangan dari B, pihak keluarga mencari dan ingin menemui terduga pelaku tersebut.
namun sudah 1 bulan ini terduga pencabulan tersebut jarang ada di Cikembar dan selalu berada dikediamannya yang beralamat di wilayah Kecamatan Baros.
Diduga terduga pelaku merasa perbuatan bejat nya mulai terungkap dan bergegas pergi untuk menghindari permasalahan yang telah diperbuatnya.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak korban maupun keluarganya belum melakukan pelaporan ke pihak berwajib dan Tim Bharindojabar belum bisa mengkonfirmasi terduga pelakunya.
(Tim)











