Penuhi Target, Batalyon Vaksinator Dompu Sasar Lansia dari Dua Desa di Kecamatan Manggelewa

oleh -
Proses vaksinasi untuk warga lansia dari Desa Doromelo dan Desa Soriutu Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

Wartawan Budiman

DOMPU. Batalyon Vaksinator Kabupaten Dompu menyasar para lansia di Desa Doromelo dan Desa Soriutu sebagai target terakhir untuk pemenuhan kuota vaksinasi warga lansia di Kecamatan Manggelewa.

banner 720x90

Vaksinasi Covid-19 untuk dua desa itu digelar di Puskesmas Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (3/5/2021).

Penggeraknya Kapolsek Manggelewa Iptu Rodolfo M. De Araujo dan Kepala Puskesmas Soriutu Siti Herna Fatmasari, A.Md.Kep. dengan dukungan personel dari Batalyon Vaksinator Kampung Sehat 2 Nurut Tatanan Baru. 

“Ini adalah vaksin Covid-19 dosis pertama khusus lansia. Sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, kuota Vaksin Sinovac Biofarma untuk Kecamatan Manggelewa sebanyak 65 orang,” kata Kapolsek Manggelewa.

Pada vaksinasi itu, jumlah lansia yang menerima suntikan vaksin sebanyak 6 orang dari 11 lansia yang datang. Lima orang lainnya menunggu jadwal berikutnya karena tim kehabisan stok vaksin. Rincian lansia yang telah divaksin 2 orang dari Desa Doromelo dan 4 orang dari Desa Soriutu. 

Pemberian vaksin dimulai pukul 09.00 dan berakhir sekitar pukul 13.30 WITA.

banner 720x90

“Vaksinasi lansia ini khusus bagi yang berumur 59 tahun ke atas, tentunya mereka sudah memiliki kelayakan atau memenuhi persyaratan untuk divaksin,” kata Siti Herna Fatmasari.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan vaksinasi pihaknya tetap berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, termasuk dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kami tidak ingin mengambil risiko yang tidak diharapkan sehingga dalam melaksanakan vaksinasi terlebih untuk lansia, selain menerapkan prokes Covid-19, juga ditempuh tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan,” kata Herna. 

Beberapa tahapan yang harus dan atau wajib dilalui penerima vaksin di antaranya pendaftaran (pencatatan), screening (pemeriksaan kesehatan), penyuntikan vaksin, dan observasi.

“Sebelum dilakukan vaksinasi terlebih dahulu diperiksa kondisi kesehatannya yang meliputi pemeriksaan suhu tubuh, tensi darah, dan pemeriksaan penyakit dalam lainnya yang memungkinkan tidak dilakukannya pemberian vaksin,” jelasnya.

Setelah penyuntikan vaksin pun, penerima harus diobservasi selama 30 menit untuk memastikan bahwa vaksin yang disuntikkan tidak memiliki dampak tidak baik terhadap penerimanya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.