Gubernur akan Mendorong Tokoh Agama Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

oleh -
Gubernur Jawa Barat, HM. Ridwan Kamil ketika menjadi narasumber pada webinar yang membahas hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait sikap masyarakat terhadap Vaksinasi Covid-19.

Wartawan Dudi Surahman

BANDUNG. Gubernur Jawa Barat HM. Ridwan Kamil akan mendorong para tokoh agama untuk diajak serta pada sosialisasi Vaksinasi Covid-19. Soalnya berdasarkan hasil survei nasional, sebanyak 81,9 persen warga akan menerima vaksin Covid-19 hanya jika halal.

banner 720x90

“Karena itu kami akan mendorong kerja sama dengan tokoh agama untuk sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Jabar,” kata Kang Emil di ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (21/2/2021).

Kang Emil hadir di Ciwidey ketika menjadi narasumber web seminar (webinar) INDIKATOR “Rilis Survei Nasional: Siapa Enggan Divaksin? Tantangan dan Problem Vaksinasi COVID-19” via konferensi video. Mengacu pada hasil survei itu, dia akan meningkatkan peran ulama untuk memberikan fatwa-fatwa penguatan terhadap vaksin. 

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, sebanyak 53,3 persen responden percaya jika vaksin efektif mencegah penularan Covid-19. Temuan lain yakni sebanyak 49,9 persen sangat khawatir terhadap validitas informasi terkait vaksin Covid-19.

Kang Emil pun mengapresiasi temuan dari survei nasional Indikator Politik Indonesia yang dilakukan secara spesifik. Ia berharap, temuan bisa membantu Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Jabar untuk membuat komunikasi publik yang baik terkait vaksinasi.

“Urusan vaksin PR kita masih banyak. Jadi Jabar akan menggunakan data (survei) ini. Nanti saya akan analisa ke tim saya untuk melakukan simulasi komunikasi publik. Berdasarkan temuan ini akan lebih efektif,” kata Kang Emil.

banner 720x90

“Prinsip hidup saya sebagai pemimpin, Good Data Good Decision, Bad Data Bad Decision, No Data No Decision. Data penting sekali bagi saya dalam memutuskan sebuah keputusan,” ucapnya.

Adapun vaksin Covid-19 bagi Indonesia sudah halal dan suci sesuai fatwa MUI dan keamanan dipastikan dengan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM. Jabar sendiri menargetkan 36,2 juta dari total 50 juta penduduk untuk divaksin agar memunculkan herd immunity atau kekebalan kelompok. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.