Gedung Sate Telah Terima Pendaftaran 6 Ribu Calon Petani Milenial

oleh -
Pempov Jawa Barat dari Gedung Sate ini meluncurkan program Petani Milenial Juara untuk mendorong generasi muda menggandrungi sektor pertanian.

Wartawan Dudi Surahman

BANDUNG. Pemprov Jabar telah menerima pendaftaran sekitar 6.000 calon petani milenial yang memenuhi undangan program Petani Milenial Juara dari Gubernur HM. Ridwan Kamil. Para pendaftar mengajukan aplikasi melalui situs https://petanimilenial.jabarprov.go.id/.

banner 720x90

Gubernur Jabar menargetkan 5.000 anak muda milenial tergabung dalam program tersebut. Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar mengatakan, pendaftaran Petani Milenial Juara masih dibuka.

“Pendaftaran program Petani Milenial masih terus berjalan hingga kini. Sedangkan waktu penutupannya akan diinfokan kembali,” kata Benny di Bandung belum lama ini.

Program Petani Milenial Juara bertujuan untuk mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian. Pemprov Jabar akan memfasilitasi para peserta agar memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas dalam mengembangkan usaha di sektor pertanian.

Petani milenial akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian di Jawa Barat menjadi lebih segar dan atraktif dan bisa berkelanjutan.  

Dikatakan Benny, pendaftar paling banyak berasal dari kawasan Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat serta Kabupaten Sumedang dan Garut.

banner 720x90

Profil para pendaftar berumur antara 20-24 tahun sebanyak 45 persen, 25-29 tahun sebanyak 28 persen, dan dia atas 29 tahun sebanyak 27 persen. Pendaftar didominasi laki-laki yang mencapai 87 persen sedangkan perempuan sebanyak 13 persen. 

“Setelah mendaftar, para calon petani muda ini akan disaring secara administrasi, salah satunya terkait pemenuhan syarat bila diperlukan kredit dari lembaga keuangan. Kemudian, calon petani akan menjalani skrining teknis oleh perangkat daerah. Setelah lolos, pemuda ini akan dilatih lebih dalam sebelum terjun ke lapangan,” tutur Benny.

Program Petani Milenial Juara, lanjut dia, tidak hanya mencakup bidang pertanian pangan tapi juga termasuk peternakan, perikanan, dan perkebunan.

“Komoditas yang dibudidayakan sangat variatif. Untuk pertanian, mulai dari jagung, jahe, ubi-ubian, sampai tanaman holtikultura. Di sektor perkebunan adalah serai wangi. Kemudian juga madu dan jamur tiram,” jelasnya.

Selain itu, ada penggemukan domba, ayam boiler, ayam petelur, dan ternak puyuh. Sedangkan di sektor perikanan yakni budidaya ikan tawar lewat kolam plastik.

Salah satu persyaratan yang harus dipernuhi calon peserta program adalah mempunyai  pengalaman di sektor pertanian minimal empat bulan. Karena ini kaitanya dengan kredit, risikonya akan tinggi jika modal disalurkan kepada orang yang belum pernah mengenal pertanian sama sekali. 

Untuk tahap pertama, petani milenial diarahkan pada  budidaya jagung dan ubi jepang. Kedua jenis tanaman ini dipilih sebagai komoditas andalan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. (*)  

No More Posts Available.

No more pages to load.