Meneladani dan Bercermin terhadap Akhlak Baginda Rasulullah SAW

oleh -
Kombes Pol (Purn) John Hendri, S.H., M.H.

Wartawan Dudi Surahman

JAKARTA. Rasulullah, Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir yang diutus Allah SWT ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia.

banner 720x90

Sebagaimana hadistnya :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Innamaa bu’itstu liutammima makaarimal Akhlaaq

“Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.” (HR. Ahmad nomor  8952 dan Al-Bukhari dalam Adaabul Mufrad nomor 273).

Sebagai penutup risalah kenabian dan kerasulan, Nabi Muhammad SAW memiliki tugas yang amat berat dalam menjalankan amar ma’ruf dan nahyi nunkar di masanya. Karena Rasul harus berhadapan dengan situasi dan kondisi masyarakat jahiliyah yang keras dan selalu membangkang terhadap ajaran Islam yang dibawa Nabi.

banner 720x90

Demikian disampaikan Pembina sekaligus Redaktur Senior Bharindo, Kombes Pol (Purn) John Hendri, S.H., M.H. melalui aplikasi pesan lintas platform WhatsApp, Rabu (3/1/2021) pagi.

Dikatakan John, kelembutan  akhlak Nabi disertai sikap welas asih dalam menyebarkan Islam di Jazirah Arab serta sikap kerasnya terhadap kaum kafir membuat para penentang dan musuh Islam bertekuk lutut hanya dalam tempo 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

“Akhirnya Islam berkembang dan Kabah menjadi kiblat bagi pemeluk agama Islam yang sebelumnya menentang, memusuhi, dan memerangi serta berniat ingin membunuh Nabi Muhammad,” ujar dia.

Setelah itu, seluruh umat Islam selalu berusaha untuk mengikuti dan menjalankan segala perintah Allah SWT seperti yang dicontohkan oleh Rasul. Dengan meneladani akhlak Rasul, umat Islam mengharap perlindungan Allah SWT dan selalu selalu memohon agar derajat hidupnya diangkat ke maqom yang tinggi dan terpuji.

Dalam pesannya John menyampaikan, hendaknya seluruh keluarga muslim untuk selalu menjaga diri dan keluarganya dari perbuatan tercela yang akan menyeret mereka masuk ke dalam siksa Allah yang amat pedih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Yaa ayyuhalladzina aamanuu quu angfusakum  waahliikum Naaron. Waquuduhannaasu walhijaarotu ‘ Alaihaa malaaikatu ghilaaduun syidaddun laa ya’synalkahu maa amarohum wayaf’aluuna maa yu’maruuna.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim, ayat 6). (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.