Kerja di Arab Saudi, Warga Purwakarta 11 Tahun Hilang Kontak

oleh -
Lina Marlina, pekerja migran asal Purwakarta yang loss contact dengan keluarganya selama 11 tahun.

Wartawan Tuti Rahmawati

PURWAKARTA. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Lina Marlina (30) sudah 11 tahun hilang kontak dengan keluarganya sejak berangkat untuk bekerja ke Arab Saudi pada 2009 lalu.

banner 720x90

Lina berangkat dari tempat tinggalnya di Perumahan Puskopad Desa Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta. Dia meninggalkan dua putrinya yang masih kecil dan suaminya Imam Sumantri.

Kini kedua putrinya telah memasuki masa remaja dan ABG. Namun selama 11 tahun, keluarga di Purwakarta belum pernah berkomunikasi dengan Lina. Keberadaannya benar-benar misterius sehingga menyisakan banyak pertanyaan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Keluarga telah berupaya mencari posisi Lina termasuk kepada agen yang memberangkatkan, tapi semuanya tidak bisa memberikan petunjuk. Lina seperti raib ditelan gurun pasir. Dia tidak pernah bersurat atau berkirim kabar lewat telepon.

Anak sulung pasangan Imam dan Lina bernama Salsa Atika Somantri menuturkan, saat ditinggalkan ibunya, dia berumur 5 tahun dan adiknya baru 2 tahun. Sekarang kakak adik ini telah berumur 16 dan 13 tahun.

“Saat ibu pergi, saya dan adik saya belum mengerti apa-apa. Kami merasa kehilangan dan ingin segera bertemu dengan ibu saya,” kata Salsa kepada Bharindo, Selasa (19/1/2021).

banner 720x90

Ibunya terbang ke Arab lanjut melalui jasa penyalur tenaga kerja Indonesia PT Amri Margatama. Sementara orang yang mensponsori pemberangkatannya adalah almarhum Roni dan kerabat dekatnya Kusnadi.

“Semua dokumen dan data-data keberangkatan ibu saya dipegang Bu Yati Sri Riwayati, adik nenek saya dari ibu. Tapi saat saya minta dokumen itu, dia selalu menghindar sambil melontarkan kata-kata kasar,” ujarnya.

Salsa juga menanyakan perihal Lina kepada kakeknya atau paman dari ibunya. Jawabannya sangat singkat, tidak tahu. Dia bingung harus bagaimana lagi mencari ibunya. Salsa merasa kasihan pada adiknya yang selalu menangis karena kangen sama ibunya.

Pernah satu ketika, lanjutnya, dia memposting foto ibunya di Facebook. Waktu itu ada komentar dari Facebooker yang mengatakan pernah melihat dan berkomunikasi dengan ibunya.  

“Itu orang pernah melihat ibu saya terlunta-lunta di jalan. Menurut cerita orang itu, ibu saya mengaku disiksa, diusir, dan tidak digaji oleh majikannya. Akhirnya ibu memilih kabur ke Alghasim, sebuah kawasan di Arab Saudi. Sekarang  keberadaan ibu saya tidak diketahui. Saya mohon pemerintah dapat membantu untuk menemukan dan membawa pulang ibu kami ke rumah di Purwakarta,” ungkap Salsa. (*)