Keluarga Pasangan Bertanya-tanya, Nikah di Kabupaten Sukabumi tetapi Surat Nikah Dikeluarkan KUA Cianjur, Disinyalir Ada Pemalsuan Dokumen Negara?

oleh -

Wartawan Tim Bharindo
SUKABUMI, Bharindojabar.com – Dianggap aneh dan membuat tanda tanya bahkan disinyalir ada pemalsuan dokumen dari oknum terkait, keluarga dari pasangan suami istri yang sebelumnya menikah secara sirri dan sekarang mempunyai surat nikah mempertanyakan keabsahan dari Buku Nikah yang “konon” dikeluarkan oleh KUA Gekbrong Cianjur.

Pasalnya, pasangan tersebut menikah di wilayah Kabupaten Sukabumi diluar kantor KUA melalui seorang amil di Kabupaten Sukabumi.

banner 720x90

“koq saya merasa aneh dan tentu bertanya-tanya terkait keabsahan dari Buku Nikah tersebut,” ujar Herman, seorang wali nikah dari satu pasangan mempelai tersebut.

Dari pengakuan yang disampaikan Herman, ia menjadi bingung bahwa Yulianti (mempelai wanita) menikah di wilayah desa Parakan lima Kabupaten Sukabumi. Yang menikahkan adalah Amil pudin secara nikah sirri.

Lebih lanjut Herman juga menuturkan, saat itu nikah hanya secara agama. Tak lama kemudian, pasangan suami istri tersebut ingin mempunyai surat nikah, lalu konsultasi sekaligus minta bantuan ke Amil pudin.

“Yulianti ngomong ke saya, bahwa di Parakan lima mah kudu empat juta biayanya. Dia bilang begitu lewat sambungan telpon ke saya sambil berkata apa ada ga yg bisa bikin surat nikah yg murah, misal duajuta limaratus gitu. Nah..kebetulan saya sedang berada di dekat rumah Yadi Amil Desa Talaga Kecamatan Caringin,” tutur Herman.

Lalu Herman mengaku segera telpon Yadi. Menurut keterangan Yadi bisa diupayakan dengan dana dua juta limaratus ribu rupiah.

banner 720x90

“Saat itu Amil Yadi bilang bisa membantu dengan waktu sebulan jadi buku nikahnya. Lalu segera kami lunasi pembayarannya. Yang bikin kami bingung adalah ternyata Buku Nikah tersebut koq keluaran dari KUA Cianjur, bukan dari KUA Wilayah Sukabumi. Saya sebagai orang awam bingung dan takut kalau kelak menjadi masalah,” pungkas Herman.

Sampai dengan berita ini tayang, Wartawan Tim Bharindo belum berhasil mengkonfirmasi keabsahan dari Buku Nikah tersebut ke pihak KUA Gekbrong Cianjur dan dari pihak terkait, apakah memang bisa dan benar seperti itu, ” nikah di Sukabumi tapi Keluar Buku Nikah dari Cianjur” ?? Masih tanda tanya.

Hal lain yang mengindikasikan adanya pemalsuan dokumen negara tersebut adalah pada saat di cek nomor Perforasinya dan Barcode-nya ternyata yang muncul di sistem Online adalah data orang lain, bukan data dari pasangan ini.

Jika buku nikah itu palsu, maka pasangan tersebut menjadi korban penipuan dan pemalsuan dokumen negara. lalu siapa pelaku pemalsuannya?

(Dudi S – Kaperwil Jabar)

No More Posts Available.

No more pages to load.