Wartawan Dudi Surahman
SUKABUMI. Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang oleh pemerintah pusat, seorang pedagang pisang dan buah-buahan di Jalan Balai Desa (Baldes) Kota Sukabumi mengalami kenestapaan yang berat. Dia nyaris bangkrut.
Selama penerapan PPKM, pedagang yang diketahui bernama Engkus asal Kampung Limbangan, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi itu mengaku sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan baik dari pihak desa, kabupaten, provinsi maupun pusat.
Sehari-hari berjualan pisang di Jalan Baldes Kota Sukabumi pada masa PPKM terasa sangat berat. Dulu, kata dia, sebelum ada penerapan PPKM, jualannya lumayan laku dan rata-rata bisa menerima untung bersih Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Saat ini, terang dia, setelah PPKM paling hanya bisa mendapatkan untung bersih Rp30 ribu sampai Rp50 ribu, itu pun jika petugas tidak begitu ketat.
“Dulu sebelum PPKM saya masih dapat untung Rp100 ribuan. Sekarang paling Rp30 ribu, gak cukup buat menutupi kebutuhan hidup,” terang Engkus kepada wartawan, Minggu (8/8/2021).
Dengan pendapatan yang terus menurun, lanjut Engkus, dia hanya bisa pasrah dan terus berjualan sebagai ikhtiar untuk bisa menghidupi kebutuhan istri dan kedua anaknya.
“Ya mau gimana lagi, Kang. Kalau saya tidak jualan malah tambah susah nantinya. Kalau tidak usaha mau ngasih makan apa anak istri di rmh. Kalau ada bantuan ya alhamdulillah untuk mengurangi beban hidup keluarga di rumah,” ungkapnya. (*)












