Habis Motret Kegiatan Desa, Wartawan Pulang dengan Sakit Hati

oleh -
oleh
Kegiatan rapat di Balai Desa Kertaangsana dengan peserta perangkat desa dan Karang Taruna serta unsur lainnya.
banner 720x90

Wartawan Tuti Rahmawati

SUKABUMI. Seorang wartawan mendapat perlakuan tidak simpatik dan semena-kena dari oknum kepala desa  saat melakukan tugas peliputan.  Tindakan tidak menyenangkan tersebut dialami wartawan Bharindo bernama Hamdan.

banner 720x90

Entah mimpi apa dia semalam, Hamdan mndapat perlakuan kurang enak ketika sedang meliput kegiatan di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (8/1/2021).

Pagi tadi dia datang ke Kantor Desa Kertaangsana. Di tempat itu Kepala Desa Kertaangsana, Ence Ruswandi tengah menggelar rapat tertutup bersama jajaran staf desa dan Karang Taruna. Pada rapat itu hadir pula Banbinsa Kamaludi dan Bhabinkamtibmas Dede.

Mengetahui kades sedang rapat dengan jajarannya, Hamdan minta izin kepada staf di di bagian pelayanan untuk memoto kegiatan. Singkat kata, Hamdan mendapat izin untuk masuk ruangan dan mendokumentasikan kegiatan rapat.

Seperti.biasa, sebagai wartawan yang taat pada aturan jurnalistik,  sebelum masuk ruangan, dia menunjukkan KTA. Setelah itu Hamdan masuk ke dalam ruangan rapat.

Tapi baru saja dia masuk ruangan, seluruh peserta rapat menoleh ke arahnya tanpa berkata-kata, termasuk Kades Ence. Namun Hamdan tetap memoto kegiatan rapat.

banner 720x90

Baru satu kali dia memoto, Kades Ence langsung melontarkan teguran kepadanya.  “Akang kan wartawan, harus tahu kode etik jurnalistik dong,” kata Ence seperti ditirukan Hamdan. 

Tiba-tiba salah seorang pemuda melontarkan umpatan kepada Hamdan.

“Saya tamu, jadi saya hanya diam, tidak melawan atau menjawab. Lagi pula saya kan sudah minta izin pada staf pelayanan,” ujar dia.

Puncak kekesalan Hamdan terjadi saat Ence dan pemuda tadi terang-terangan mengusirnya  dari ruangan. Sebagai tamu dia menurut. Hamdan bergegas meninggalkan ruangan rapat. Langsung pergi menjauhi Kantor Desa Kertaangsana.  

“Saya sangat kesal dan sakit hati dengan perlakuan mereka pada diri pribadi dan institusi. Saya mengharapkan kejadian yang saya alami ini tidak menimpa rekan-rekan wartawan yang lain. Kita harus menjaga marwah profesi, jangan sampai dilecehkan pihak lain,” ungkap Hamdan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.